Lampe Berger And Estebel

Lampe Berger  And Estebel

Kamis, 28 Februari 2008

Heart Attack Symptoms and Warning Signs

A blockage in the heart's arteries may reduce or completely cut off the blood supply to a portion of the heart. This can cause a blood clot to form and totally stop blood flow in a coronary artery, resulting in a heart attack (also called an acute myocardial infarction or MI).
Irreversible injury to the heart muscle usually occurs if medical help is not received promptly. Unfortunately, it is common for people to dismiss heart attack symptoms.
What are the warning signs of a heart attack?
The American Heart Association and other medical experts say the body likely will send one or more of these warning signals of a heart attack:


Uncomfortable pressure, fullness, squeezing or pain in the center of the chest lasting more than a few minutes.
Pain spreading to the shoulders, neck or arms. The pain may be mild to intense. It may feel like pressure, tightness, burning, or heavy weight. It may be located in the chest, upper abdomen, neck, jaw, or inside the arms or shoulders.
Chest discomfort with lightheadedness, fainting, sweating, nausea or shortness of breath.
Anxiety, nervousness and/or cold, sweaty skin.
Paleness or pallor.
Increased or irregular heart rate.
Feeling of impending doom.
Not all of these signs occur in every attack. Sometimes they go away and return. If some occur, get help fast. IF YOU NOTICE ONE OR MORE OF THESE SIGNS IN YOURSELF OR OTHERS, DON'T WAIT. CALL EMERGENCY MEDICAL SERVICES (9-1-1) RIGHT AWAY! In the event of cardiopulmonary arrest (no breathing or pulse), call 9-1-1 and begin cardiopulmonary resuscitation (CPR) immediately.
How does the doctor know if I've had a heart attack?
The actual diagnosis of a heart attack must be made by a doctor who has studied the results of several tests. The doctor may:
Review the patient's complete medical history.
Give a physical examination.
Use an electrocardiogram (or EKG) to discover any abnormalities caused by damage to the heart.
Use a blood test to detect abnormal levels of certain enzymes in the bloodstream.

Admin This Blog Suggest use essential oil Lavender aromateraphy for decrease your heart rate

Read More......

Rabu, 27 Februari 2008

Penemuan Terbaru Mengenai Kanker Hati!

Jangan Tidur Larut Malam!

Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia
kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun
yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati
(GOT,GPT), tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui
positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!
Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks
pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index).

Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal
berarti semua OK.
Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter
spesialis. Benar-benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan
pengetahuan yang benar pada masyarakat umum,ternyata memiliki pengetahuan
yang tidak benar. Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang
benar.Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini
mungkin,demikian kata dokter Hsu Chin Chuan.
Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa
memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah
penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.

Penyebab utama kerusakan hati adalah :


1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling
utama.
2. Tidak buang air di pagi hari.
3. Pola makan yang terlalu berlebihan.
4. Tidak makan pagi.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna,
Pemanis buatan.
7. Minyak goreng yang tidak sehat. Sedapat mungkin kurangi penggunaan
minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini juga berlaku meski
menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil.
Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat,
kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
8. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati.
Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/5 bagian. Sayur yang
digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan.
Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari.
Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh
kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna
sesuai dengan jadwalnya.

Sebab:
Malam hari pk 9-11 :
adalah pembuangan zat- zat tidak berguna/beracun( de-toxin) di bagian
sistem antibodi (kelenjar getah bening).
Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau
mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam
kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi
anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

Malam hari pk 11-dini hari pk 1 :
saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur
pulas.

Dini hari pk 1-3 :
proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.

Dini hari pk 3-5 :
de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi
penderita batuk selama durasi waktu ini.
Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan,
maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses
pembuangan kotoran.

Pagi pk 5-7 :
de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.

Pagi pk 7-9 :
waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi.
Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30.
Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga
kesehatannya.
Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan
masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9- 10 daripada tidak makan
sama sekali.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses
pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga
pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk
memproduksi darah.

Semoga bermanfaat.. ......... (Maria Elizabeth, Dari Berbagai Sumber)

Read More......

All About Over Weight

Pdpersi, Jakarta - Kegemukan atau over weight pada saat sekarang merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia, mempengaruhi tidak hanya negara maju tapi juga negara berkembang seperti Indonesia.

Menurut makalah Dr. Srie Dewi yang berjudul Kenapa Sih Gemuk? yang dibawakannya pada sebuah seminar di RS Pantai Indah Kapuk, terungkap bahwa dari data tahun 1997 didapatkan jumlah penduduk overweight telah mencapai 17,5%. Pada waktu dulu, kegemukan masih belum dikategorikan sebagai suatu penyakit, malah sering dianggap sebagai lambang kesejahteraan dan kemakmuran.

Pada saat ini, hal tersebut sudah tidak berlaku lagi. Kegemukan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti kencing manis, hipertensi dan atherosklerosis.

Kadar Lemak dan Kegemukan
Kegemukan ( obesitas ) adalah kelebihan lemak tubuh. Seseorang dikatakan mempunyai ukuran ideal apabila bentuk tubuhnya tidak terlalu kurus maupun tidak terlalu gemuk dan terlihat serasi antara berat dan tinggi badan.

Agar tubuh seseorang ideal, lemak didalam tubuh harus dalam keadaan normal. Lemak memang harus ada didalam tubuh, tetapi jangan sampai kekurangan ataupun kelebihan. Untuk menunjang kehidupan seseorang, didalam tubuh harus ada lemak minimal sebanyak 3% dari berat badan, yang disebut dengan lemak essensial dan terdapat pada membran sel, sumsum tulang, jaringan saraf, sumsum tulang belakang, otak, sekitar jantung, paru-paru, hati, limpa, ginjal, dan usus.

Lemak dalam tubuh yang jumlahnya melebihi 3% dari berat badan disebut timbunan lemak. Timbunan lemak ini dapat menjadi pelindung organ-organ bagian dalam tubuh terhadap cedera. Kandungan lemak normal pada pria adalah 15% - 20% dari berat badan sedangkan pada wanita adalah 20% - 25% dari berat badan.

Seseorang dikatakan mengalami kelebihan berat badan (overweight) apabila berat badannya 10% - 20% diatas berat badan ideal. Termasuk kategori kegemukan (obesitas) jika berat badan > 20% dari berat badan ideal.

Kegemukan ini dapat diukur dari timbunan lemak tubuh. Pada wanita dewasa, dikategorikan kegemukan bila lemak tubuh > 25% dari berat badan. Pada pria > 20% dari berat badan.

Timbang Badan Yuk!
Untuk mengukur berat badan ideal dapat digunakan berbagai standar, diantaranya:
1. Standard Brocca
Berat badan ideal = (TB-100) - 10% (TB-100)
TB = Tinggi badan dalam cm
Contoh soal :
TB 160 cm
BB ideal = (160-100)-10%(160-100)
= 60-6
= 54 kg
kelebihan berat badan (over weight) : 10%-20% diatas
BB ideal kegemukan (obesitas) : > 20% diatas BB ideal

2. Body Mass Index (BMI)/Index Massa Tubuh
Merupakan alat ukur baru dan erat kaitannya dengan kandungan lemak tubuh.
BMI = berat badan (kg) tinggi badan (m)2
contoh : TB 1,7 meter BB 58 kg
BMI = BB = 58 = 20
(TB)2 m (1,7) 2
klasifikasi BMI
undereight <> 30
BMI tidak berlaku untuk :
- Anak - anak dalam masa pertumbuhan
- Orang tua yang pengukuran tinggi badannya tidak memungkinkan
- Wanita hamil

3. Obesitas abdominal
Yaitu gemuk di daerah perut dan merupakan faktor resiko tinggi terhadap penyakit kardiovaskuler. Ada 2 cara untuk menentukan obesitas abdominal :

1) Rasio lingkaran pinggang terhadap lingkar panggul (WHR)
WHR = lingkar pinggang Lingkar panggul
WHR normal
pada pria <>

Read More......

Sehat dan Relaks! Cukup 5 Menit Bermeditasi,

Meditasi dapat membuat perubahan dalam hidup anda. Saat hidup kita penuh dengan tekanan, kita dapat beralih ke meditasi sejenak untuk kembali menjernihkan pikiran dan masuk ke dalam pikiran yang damai. dr. Yuda Turana dalam artikelnya yang berjudul Latihan Meditasi dalam 5 Menit yang diterbitkan Medika Holistik, mengungkapkan manfaat meditasi serta tahapannya. Kenapa kita membutuhkan meditasi? Dunia ini penuh dengan kecemasan, kekuatiran dan frustasi. Berbagai energi negatif berada disekitar kita, khususnya berbagai berita di tv, koran, majalah yang merasuk ke alam ketakutan kita. Meditasi dapat membawa kita ke tempat yang damai dalam alam pikiran. Meditasi dapat memenuhi rasa lapar jiwa kita akan kedamaian. Saat meditasi membutuhkan ketenangan. Kita perlu mengosongkoan pikiran sesaat untuk melepaskan sejenak bagian jiwa untuk mencapai suatu tingkat kedamaian
Apakah meditasi ? meditasi merupakan suatu komunikasi dengan alam semesta. Apakah meditasi sama dengan berdoa? Pada bayak orang mungkin ya namun pada lain orang meditasi hanya sebuah langkah untuk menemukan kedamaian dalam jiwa. Namun meditasi dan doa bukanlah sesuatu yang tidak saling berhubungan. Bagaimana cara bermeditasi dapat beragam tergantung kebiasaan masing-masing individu. Pada artikel ini disajikan contoh meditasi yang mungkin dapat anda ikuti bila anda baru akan mencoba suatu meditasi. Buatlah jadwal kapan anda akan melakukan meditasi. Mungkin anda dapat memulai dengan 5 menit meditasi pagi hari sebelum anda memulai suatu kerja. Siapkanlah segala sesuatunya sore hari sebelumnya agar saat anda memulai meditasi di pagi hari ,pikiran anda tidak sibuk dengan segala persiapan kerja. Anda dapat mempersiapkan lilin dengan aroma ( dapat dibeli di toko) , kerang . dan dupa / ’hio’ wangi /aroma. Siapkan diri anda. Rileks dan tenang. Nyalakan lilin dan dupa/ hio. Tariklah nafas dalam dan biarkan udara segar merasuk dalam jiwa anda. Hembuskan segala pikiran negatif dan kecemasan anda. Lihatlah pada kerang dan bayangkan diri anda rileks dan tenang di pantai , di laut. Anda adalah bagaikan anak kecil, berlari bebas , bahagia, bermain lepas di pantai. Tetaplah mata anda terbuka dan pikiran anda terpusat pada lilin yang menyala dan kerang. Bila mata anda tertutup ada kemungkinan anda akan tertidur kembali. Saat pikiran anda berpindah ke alam meditasi , otak anda akan berpindah dari gelombang alfa ke beta, yang merupakan awal dari proses relaksasi. Apa yang anda cari dari alam semesta pagi hari ini ?.Anda dapat memulainya dengan mensyukuri segala berkat mengawali hari yang baru dan meresapi segala positif aspek dari alam semesta, CINTA, KEDAMAIAN ,KEBIJAKSANAAN, KETENANGAN, MEMAAFKAN Dupa/ hio wangi memberiakn simbol dari pemurnian saat anda menghirup nafas positif yang merasuki tubuh dan mengeluarkan energi negatif. Kerang membantu anda untuk memandu pikiran saat kecil kepada suatu tempat yang indah dan damai di tepi pantai maupun danau. Sedangkan lilin yang menyala mengingatkan kita yang merupan bagian dari alam dan kepada pencita alam semesta. Anda dapat melakukan meditasi dalam posisi apapun yang membuat anda rileks , namun saya anjurkan tidak dalam posisi berbaring , karena akan membuat anda tertidur . Biarkan anda bernafas teratur, perlahan dan rileks. Menarik nafas energi positif dan hembuskan energi negatif . hembuskan kekuatiran dan ketakuatan anda. Rasakan diri anda bersatu dengan alam semesta. Rasakan diri anda bertambah rileks. Anda akan merasakan bahwa hari yang akan dilalui akan lebih rileks untuk dinikmati. (iis)

Saran Admin, Gunakan Oil Eucalyptus, Citronele, Lavender untuk menambah ketenangan anda dalam bermiditasi.


Read More......

Gangguan Irama Jantung Cepat Membunuh Lambat Mematikan

Jantung yang berdetak terlalu cepat atau lambat akan mempengaruhi pasokan darah ke seluruh tubuh. Akibatnya fatal, bahkan kematian bukan tidak mustahil menimpa. Lalu apa yang harus dilakukan untuk menghindarinya?
Kematian mendadak akibat gagalnya fungsi jantung sering menimpa banyak orang. Satu contoh nyata adalah kematian yang menimpa pilot Sriwijaya Air awal bulan ini. Kematian pilot tersebut diperkirakan disebabkan denyut jantung yang terlalu cepat.
“Yang dimaksud dengan gangguan irama jantung merupakan kelainan denyut jantung yang terlalu cepat atau lambat,” kata Dr Yoga Yuniadi SpJP, ahli penyakit jantung dan elektrofisiologi, menjelaskan hal ini.
Yoga yang ditemui usai pembukaan “Jakarta Heart dan Vaskular Center (JHVC)” di RSMK Kelapa Gading Jakarta Utara, akhir minggu lalu, menjelaskan kalau penyakit ini bisa diindentifikasi, bila seseorang memiliki denyut jantung di atas atau di bawah irama detak jantung normal.
“Secara normal kecepatan denyut jantung pada saat istirahat sekitar enam puluh hingga seratus per menitnya,” katanya. “Jadi bila denyut jantung saat istirahat di atas seratus kali per menit, ia bisa diperkirakan menderita gangguan irama jantung,” urainya. “Begitu pula bila detak jantung di bawah enam puluh kali per menit. Maka ia bisa diperkirakan mengalami gangguan irama jantung lemah.”

Penyakit ini, menurutnya, tidak bisa diremehkan. Menurut data terakhir diperkirakan hingga 90 persen kematian mendadak, disebabkan gangguan irama jantung terlalu cepat.
Gejalanya sendiri menurut Yoga bisa bervariasi. Mulai dari jantung yang sering berdebar, pingsan mendadak, hingga akhirnya kematian. “Uniknya penyakit ini bisa menimpa berbagai kalangan umur. Mulai dari bayi hingga orang tua,” imbuh Yoga.
Pada bayi kadang ditemui kadar detak jantung yang terlalu lemah. “Ini bisa saja disebabkan karena memang ada kelainan sejak lahir,” urainya. Namun bisa juga ini disebabkan perilaku orang tua yang tak sehat, seperti sering merokok, minum kopi berlebih, mengosumsi alkohol terlalu banyak atau minum coklat dengan tak teratur. “Selain juga ada perangsang dari keadaan psikis dan lingkungan di dalamnya,” kata Yoga.

Penyembuhan
Tak dipungkiri bila menghadapi kondisi seperti ini memang bisa menakutkan. Memang, kematian bisa datang kapan saja, namun dengan adanya penyakit ini kematian bisa datang dengan lebih besar potensinya.
“Sebenarnya kalau mau diselusuri, penyakit ini disebabkan karena terganggunya fungsi atrial fibrillation pada jantung,” kata Yoga lagi.
Kelainan ini menurut ahli jantung di JHVC yang lain, yaitu Dr. Utojo Lubiantoro, SpPJ, bisa disebabkan berbagai hal. Namun yang jelas, penyakit seperti ini sebenarnya sudah bisa disembuhkan dengan teknologi yang ada sekarang.
“Dengan tindakan ablasi dan elektrofisiologi, penyakit ini bisa disembuhkan secara sempurna,” urai Utojo. Ablasi sendiri merupakan tindakan memutus sumber gangguan dengan memanfaatkan panas yang dihasilkan dari gelombang frekuensi radio.
“Teknik ablasi sebenarnya cukup efektif, karena mampu membuat penderita tidak perlu lagi mengonsumsi obat-obatan selain juga memiliki tingkat keberhasilan hingga sembilan puluh lima persen banyaknya,” tambah Utojo, yang memiliki jadwal praktik sepanjang minggu di JHVC.
Untuk penderita gangguan irama jantung lambat, biasanya terapi penyembuhan yang dilakukan dengan memasang alat pacu jantung permanen. “Itu dilakukan untuk menjamin kecukupan frekuensi denyut jantung,” urainya.
Dengan begitu, pasien harus menjalani operasi kecil untuk memasang alat tersebut. Biasanya alat ditaruh di bawah kulit dada, lalu dihubungkan ke jantung dengan sejenis kabel.(Sinar Harapan ,Sulung Prasetyo, Dari Berbagai Sumber) Suggest Admin Gunakan Essensial Oil Lavender Aromateraphy untuk menstabilkan gangguan irama jantung.

Read More......

Kanker Ovarium Muncul Tanpa Gejala Khas

Pdpersi, Jakarta - Kanker ovarium susah ditemukan lebih awal, karena sering tidak ada gejala pada stadium awal. Pada banyak kasus, pasien yang dating ke dokter dengan gejala ternyata kanker itu telah menyebar. Kanker itu sudah bertumbuh beberapa waktu sebelum menyebabkan gejala yang khas. Bahkan ketika gejalanya tiba, mungkin samara-samar sehingga para wanita mengabaikannya.Dr. M. Farid Aziz, Sp.OG, konsultan onkologi ginekologi RS Cipto Mangunkusomo menjelaskan bahwa sebenarnya penyebab kanker ovarium banyak diketahui, tetapi ada beberapa factor yang diduga seperti hormone-hormon tertentu misalnya hormone estrogen dikatakan bisa menyebabkan kanker ovarium, kemudian pola makanan tertentu misalnya menggunakan lemak hewani.

Gejala yang umum ditemukan pada kanker ovarium seperti perut mengembung, tidak nyaman pada perut bagian bawah, kurang nafsu makan dan perut berasa penuh, tidak sanggup mencerna, muntah, dan berat badan menurun. Tumor yang besar mungkin menekan organ-organ disekitarnya, misalnya usus besar atau kandung kemih. Deteksi DiniMenurut Farid, deteksi awal yang paling bagus adalah pemeriksaan dalam, kemudian diperkuat dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang bisa mengetahui bentuk morfologi daripada ovarium, dan pemeriksaan tumor marker (petanda tumor). Dengan pemeriksaan itu, stadium awal akan kelihatan dan bisa diambil suatu diagnosis kemungkinan ganas atau tidak. Farid menjelaskan, pengobatan utama kanker ovarium adalah operasi. Bila ditemukan lebih awal pada stadium 1A dan masih terbatas tidak menyebar, mash terdapat pada satu ovarium, maka operasinya akan lebih bagus. Peluang kesembuhannya pun bisa sembuh 100 persen.an/hu

Suggest Admin, Untuk menghindari gejala adanya Kanker Ovarium gunakan Oil aromaterphy The Vert secara rutin selama 3 bulan secara rutin 1 Jam Sehari di hirup digunakan langsung dengan jarak 30 cm dari indra penciuman, Rutin Check Pap Smear 6 Bulan Sekali.

Read More......

Selasa, 26 Februari 2008

Deteksi Dini DAN TANDA BAHAYA Penyakit DBD

Oleh Dr Widodo Judarwanto SpA .

Si Udin yang berusia 5 tahun meninggal secara tragis karena penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue). Orangtuanya menolak bila dikatakan oleh dokter bahwa penderita terlambat dibawa ke rumah sakit. Saat panas hari ke 1-2 anaknya berturut turut dibawa ke dokter dan hanya dikatakan menderita infeksi tengorokan. Selama rawat jalan saat hari ke 3 diagnosis berubah menjadi gejala tifus. Selanjutnya pada hari ke 5 dinyatakan meninggal karena penyakit DBD hanya berselang beberapa jam setelah masuk rumah sakit. Tampaknya kasus ini terjadi karena deteksi dini dan tanda bahaya DBD tidak dipahami dengan baik. Bagaimana agar DBD khususnya pada anak dapat diketahui secara dini? Tanda bahaya apakah yang harus dicurigai agar tidak terjadi keterlambatan?. Masyarakat awam, bahkan seorang dokter yang ahli pun kadang sulit mendeteksi lebih awal diagnosis DBD. Gejala awal DBD tidak khas, hampir semua infeksi akut pada awal penyakitnya menyerupai DBD. Gejala khas seperti perdarahan pada kulit atau tanda perdarahan lainnya kadang terjadi hanya di akhir periode penyakit. Tragisnya bila penyakit ini terlambat didiagnosis, maka kondisi penderita sulit diselamatkan. Perjalanan penyakitnya sangat cepat, dalam beberapa hari bahkan dalam hitungan jam penderita bisa masuk dalam keadaan kritis. Untuk menghindari keterlambatan diagnosis DBD, perlu diketahui deteksi dini dan tanda bahaya DBD.

Penyakit DBD setiap saat terus mengancam masyarakat Indonesia. Penyakit yang bisa menjadi sangat fatal ini dapat terjadi setiap saat tidak melihat musim, meskipun kasusnya meningkat dalam bulan-bulan tertentu. Dalam beberapa hari bahkan dalam hitungan jam penderita bisa masuk dalam keadaan kritis. Kecemasan semakin meningkat, bila saat ini anaknya mengalami panas badan apa pun penyebabnya. Pikiran pertama yang muncul di kepala adalah apakah anak saya menderita demam DBD? MEKANISME TERJADINYA PENYAKIT DAN MANIFESTASI KLINIS Virus dengue penyebab DBD termasuk famili Flaviviridae, yang berukuran kecil sekali, yaitu 35-45 nm. Virus tersebut memasuki tubuh manusia melalui gigitan nyamuk yang menembus kulit. Setelah itu disusul oleh periode tenang selama kurang lebih empat hari, saat virus melakukan replikasi secara cepat dalam tubuh manusia. Apabila jumlah virus sudah cukup, virus akan memasuki sirkulasi darah (viraemia). Pada saat ini manusia yang terinfeksi akan mengalami gejala panas. Dengan adanya virus dengue dalam tubuh manusia, tubuh akan memberi reaksi. Bentuk reaksi tubuh terhadap virus ini antara manusia yang satu dan manusia yang lain dapat berbeda. Perbedaan reaksi ini akan memanifestasikan perbedaan penampilan gejala klinis dan perjalanan penyakit. Pada prinsipnya, bentuk reaksi tubuh manusia terhadap keberadaan virus dengue melalui beberapa tahapan. Bentuk reaksi pertama adalah terjadi netralisasi virus dan disusul dengan mengendapkan bentuk netralisasi virus pada pembuluh darah kecil di kulit berupa gejala ruam (rash). Bentuk reaksi kedua terjadi gangguan fungsi pembekuan darah sebagai akibat dari penurunan jumlah dan kualitas komponen-komponen beku darah yang menimbulkan manifestasi perdarahan. Bentuk reaksi ketiga terjadi kebocoran pada pembuluh darah yang mengakibatkan keluarnya komponen plasma (cairan) darah dari dalam pembuluh darah menuju ke rongga perut berupa gejala ascites dan rongga selaput paru berupa gejala efusi pleura. Manifestasi klinis infeksi dengue ditandai gejala-gejala klinik berupa demam, nyeri pada seluruh tubuh, ruam dan perdarahan. Demam yang terjadi pada infeksi virus dengue ini timbulnya mendadak, tinggi (dapat mencapai 39-400Celcius) dan dapat disertai menggigil. Demam ini hanya berlangsung sekitar lima hari. Pada saat demamnya berakhir, sering kali dalam bentuk turun mendadak (lysis), dan disertai dengan berkeringat banyak. Saat itu anak tampak agak loyo. Kadang-kadang dikenal istilah demam biphasik, yaitu demam yang berlangsung selama beberapa hari itu sempat turun di tengahnya menjadi normal kemudian naik lagi dan baru turun lagi saat penderita sembuh (gambaran kurva panas sebagai punggung unta). Gejala panas pada penderita infeksi virus dengue akan segera disusul dengan timbulnya keluhan nyeri pada seluruh tubuh. Pada umumnya yang dikeluhkan adalah nyeri otot, nyeri sendi, nyeri punggung, dan nyeri pada bola mata yang semakin meningkat apabila digerakkan. Karena adanya gejala nyeri ini, di kalangan masyarakat awam ada istilah flu tulang. Dengan sembuhnya penderita gejala-gejala nyeri pada seluruh tubuh ini juga akan hilang. Ruam yang terjadi pada infeksi virus dengue ini dapat timbul pada saat awal panas yang berupa flushing, yaitu berupa kemerahan pada daerah muka, leher, dan dada. Ruam juga dapat timbul pada hari ke-4 sakit berupa bercak-bercak merah kecil seperti bercak pada penyakit campak. Kadang-kadang ruam tersebut hanya timbul pada daerah tangan atau kaki saja sehingga memberi bentuk spesifik seperti kaos tangan dan kaki. Yang terakhir ini biasanya timbul setelah panas turun atau setelah hari ke-5. Pada infeksi virus dengue apalagi pada bentuk klinis DBD selalu disertai dengan tanda perdarahan. Hanya saja tanda perdarahan ini tidak selalu didapat secara spontan oleh penderita, bahkan pada sebagian besar penderita tanda perdarahan ini muncul setelah dilakukan tes tourniquet. Bentuk-bentuk perdarahan spontan yang dapat terjadi pada penderita demam dengue dapat berupa perdarahan kecil-kecil di kulit (petechiae), perdarahan agak besar di kulit (echimosis), perdarahan gusi, perdarahan hidung dan kadang-kadang dapat terjadi perdarahan yang masif yang dapat berakhir pada kematian. DEMAM BERDARAH DENGUE DAN DEMAM DENGUE Penyakit DBD adalah salah satu bentuk klinis dari penyakit akibat infeksi dengan virus dengue pada manusia. Manifestasi klinis dari infeksi virus dengue dapat berupa "Demam Dengue(DD)" atau "Demam Berdarah Dengue (DBD)". DD tidak membahayakan atau tidak mengancam jiwa seperti DBD. Biasanya kasus seperti ini sering diistilahkan masyarakat awam sebagai gejala demam berdarah. DD tidak akan berubah menjadi DBD. Jadi, pendapat yang mengatakan bahwa bila penanganan tidak baik dan terlambat akan DD akan menjadi DBD tidak benar. Masyarakat awam sulit membedakan DD dan DBD, karena hanya diketahui dokter berdasarkan pemeriksaan darah dan keadaan klinis penderita. Secara klinis yang membedakan adalah pada DBD terjadi reaksi keluarnya plasma (cairan) darah dari dalam pembuluh darah keluar dan masuk ke dalam rongga perut dan rongga selaput paru. Fenomena ini apabila tidak segera ditanggulangi dapat mempengaruhi manifestasi gejala perdarahan menjadi sangat masif. Dalam praktik kedokteran sering kali membuat seorang dokter terpaksa memberikan transfusi darah dalam jumlah cukup banyak. Gejala klinis DBD dan DD hampir sama, yaitu panas tinggi, perdarahan, trombosit menurun dan pemeriksaan serologi IgG atau IgM positif. Pada DBD trombosit yang menurun sangat drastis hingga kurang dari 90.000, perdarahan yang terjadi lebih berat dan dapat disertai sesak napas karena adanya cairan di rongga paru (efusi pleura) DETEKSI DINI PENYAKIT DBD Deteksi dini DBD perlu diketahui karena bila terjadi keterlambatan penyakit ini sangat fatal. Gejala awal penyakit ini hampir sama dengan penyakit infeksi virus lainnya. Tetapi ada beberapa karakteristik klinis yang bisa diamati untuk mencurigai penyakit DBD. Beberapa gejala yang diwaspadai adalah bila panas yang timbulnya mendadak, langsung tinggi di atas 390C. Begitu mendadaknya, sering kali dalam praktik sehari-hari kita mendengar cerita ibu bahwa pada saat melepas putranya berangkat sekolah dalam keadaan sehat walafiat, tetapi pada saat pulang putranya sudah mengeluh panas dan ternyata panasnya langsung tinggi. Pada saat anak mulai panas ini biasanya sudah tidak mau bermain. Biasanya hari ke tiga panas sedikit menurun namun hari ke IV dan ke V meningkat lagi akhirnya hari ke VI panas tidak meningkat lagi. Selain itu bila panas tidak disertai batuk, pilek dan sakit tenggorokan dan di lingkungan rumah tidak ada yang menderita penyakit flu kita harus mewaspadai. Harus waspada juga bila dalam beberapa waktu terakhir di sekitar rumah ada yang mengalami penyakit DBD. Atau, dalam waktu dekat sebelumnya pernah ada fogging (pengasapan), karena kalau ada fogging biasanya ada penderita DBD di sekitarnya. Gejala khas yang terjadi biasanya anak tampak lemas, loyo, tidak mau bermain di bawah, minta gendong dan tidur terus menerus sepanjang hari. Bila lemasnya hanya saat panas tinggi, tetapi begitu panas turun anak aktif lagi biasanya tidak harus dikawatirkan dan merupakan hal yang wajar. TANDA BAHAYA Tanda bahaya yang harus diketahui pada penyakit DBD adalah tanda perdarahan kulit (bintik merah), hidung, gusi atau berak darah warna kehitaman dan berbau. Tanda bahaya lainnya adalah bila panas yang berangsur dingin, tetapi anak tampak loyo dan pada perabaan dirasakan ujung-ujung tangan atau kaki dingin. Gejala yang ingin ini sering dianggap anak telah sembuh, padahal merupakan tanda bahaya. Kondisi tersebut mengakibatkan orangtua tidak segera membawa putra mereka ke fasilitas kesehatan terdekat. Tanda bahaya lain yang menyertai adalah penampilan anak tampak sangat gelisah, kesadarannya menurun, kejang dan napas sesak. Pada keadaan tersebut penderita harus segera dibawa ke dokter, bila terlambat akan menimbulkan komplikasi yang berbahaya seperti syok, perdarahan kepala, perdarahan hebat di seluruh tubuh (DIC) atau gangguan fungsi otot jantung. Dalam keadaan ini penderita biasanya sulit untuk diselamtkan. Seringkali orang tua disalahkan oleh dokter karena keterlambatan membawa ke dokter. Orangtua sering menolak pendapat ini karena sejak hari pertama dan ke dua panas anak selalu kontrol ke dokter. Tetapi panas hari ke I – II tidak bisa terdeteksi gejala demam berdarah dan tidak ada penanganan secara khusus. Manifestasi berbahaya biasanya justru timbul pada panas hari ke III – V. Keterlambatan penanganan yang terjadi justru saat periode tersebut. Bila terjadi maka jangan ditunda saat itu juga harus segera ke dokter atau ke rumah sakit terdekat. Jadi monitor tanda bahaya itu justru harus dilakukan saat panas hari ke III – V. PEMERIKSAAN LABORATORIUM Pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis DBD adalah pemeriksaan darah atau sering diistilahkan pemeriksaan darah lengkap. Gambaran hasil laboratorium yang khas adalah terjadi peningkatan kadar hemoglobin (Hb) dan peningkatan hematokrit (HCT) disertai penurunan trombosis kurang dari 150.00. Perubahan tersebut biasanya terjadi pada hari ke-3 hingga ke-5 panas. Pemeriksaan darah pada hari pertama atau kedua panas tidak bermanfaat dan malah menyesatkan karena hasilnya masih dalam normal, tgetapi belum menyingkirkan penyakit DBD. Dalam perjalanannya trombosis akan terus menurun pada hari ke-3, ke-4, dan hari ke-5, sementara pada hari ke-6 dan selanjutnya akan meningkat terus kembali ke nilai normal. Peningkatan jumlah trombosit setelah hari ke-6 inilah mungkin yang sering dianggap karena pengaruh pemberian jambu biji. Biasanya setelah hari ke-6 jumlah trombosit di atas 50.000, bila tidak disertai komplikasi penderita diperbolehkan pulang. Pemeriksaan laboratorium yang sering dilakukan adalah pemeriksaan serologi imunoglobulin G (IgG) dan imunoglobulin M (IgM). Pemeriksaan ini selain tidak spesifik tetapi juga harganya relatif mahal. Pada keadaan manifestasi klinis dan hasil laboratorium sudah jelas pemeriksaan ini sebenarnya tidak perlu dilakukan. Pada kasus yang tidak jelas mungkin pemeriksaan ini sering membantu menunjang menegakkan diagnosis DBD. Hal lain yang sering dijumpai penderita DBD di diagnosis sebagai sebagai penyakit tifus. Pada penderita DBD sering ditemukan juga peningkatan hasil Widal. Pemeriksaan Widal adalah identifikasi antibodi tubuh terhadap penyakit demam tiphoid (tifus). Kejadian seperti inilah yang menimbulkan kerancuan diagnosis DBD. Padahal pada penyakit demam tiphoid pada minggu awal panas biasanya malah tidak terdeteksi peningkatan titer Widal tersebut. Bila hasil pemeriksaan widal meningkat tinggi pada awal minggu pertama, tidak harus dicurigai sebagai penyakit tifus. Sebaiknya, pemeriksaan Widal dilakukan menjelang akhir minggu pertama panas atau awal minggu ke dua panas. Secara medis sebenarnya tidak ada pengobatan secara khusus pada penderita DBD. Penyakit ini adalah self limiting disease atau penyakit yang dapat sembuh sendiri. Prinsip pengobatan secara umum adalah pemberian cairan berupa elektrolit (khususnya natrium) dan glukosa. Sehingga pemberian minum yang mengandung elektrolit dan glukosa, seperti air buah atau minuman lain yang manis, dapat membantu mengatasi kekurangan cairan pada penderita DBD. Sampai pada saat ini belum ada penelitian secara klinis yang membuktikan bahwa pemberian jambu biji kepada penderita DBD dapat meningkatkan jumlah trombosit dalam darah. (Saran admin gunakan Lampe Berger Essential Oil Phyrete dan Lavender untuk menghindari nyamuk ini)






CHILDREN ALLERGY CENTER Rumah Sakit Bunda Jakarta,



Jl Teuku cikditiro 28 Jakarta Pusat



PICKY EATERS CLINIC (KLINIK KESULITAN MAKAN) JL Rawasari Selatan 50 Jakarta Pusat. Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat telp : (021) 70081995 – 4264126 – 31922005 email : wido25@hotmail.com , http://alergianak.bravehost.com/

Read More......

Jumat, 15 Februari 2008

FLEK DI WAJAH


Apa yang disebut dengan flek wajah ?
Flek wajah merupakan noda atau bercak berwarna coklat atau kehitaman biasanya simetris, terdapat pada wajah akibat pigmentasi kulit yang berlebihan. Bila bentuk flek besar disebut sebagai melasma, bila bentuk titik-titik disebut sebagai freckles atau ephelides.
Apa saja penyebab timbulnya flek wajah ?
a. Faktor keturunan. Beberapa orang pada masa dewasa mempunyai “bakat” untuk timbul flek coklat pada wajah
b. Terkena sinar matahari. Ultraviolet yang terdapat di matahari mengakibatkan flek coklat muda menjadi lebih jelas ( coklat tua )
c. Obat hormonal untuk KB bentuk tablet, suntikan hormon-hormon yang memacu produksi pigmen kulit sehingga timbul flek wajah
d. Kehamilan. Pada kehamilan terjadi peningkatan maupun susuk
e. Bahkan kosmetik tertentu dapat mengakibatkan timbulnya flek wajah


Berapa lama pengobatan flek wajah ?
Pengobatan flek wajah membutuhkan ketekunan dan kedisiplinan yang tinggi, oleh karena krim membutuhkan waktu cukup lama untuk mencapai lapisan kulit sebelah dalam. Efek pengobatan baru terlihat setelah 1 bulan, sedangkan untuk efek maksimal dibutuhkan waktu 3-6 bulan. Flek yang akan hilang dahulu adalah flek yang lebih tipis, sehingga pada awal pengobatan, flek yang tebal akan terlihat lebih jelas karena yang tipis di sekitarnya telah hilang.
Mengapa pengobatan pada flek wajah sering gagal ?
a. Faktor kegagalan terpenting adalah akibat sulitnya menghindari sinar matahari secara langsung. Beratnya kekambuhan flek wajah tergantung dari
1. Kuatnya sinar matahari
a. Terkena sinar langsung berakibat lebih buruk daripada bertopi atau berpayung
b. Terkena sinar pada jam 12.00 lebih buruk daripada jam 09.00 atau 15.00
c. Terkena sinar di lapangan terbuka (laut, lapangan) lebih buruk daripada daerah banyak pohon
2. Lamanya kena sinar matahari
Terkena sinar selama 5 menit lebih buruk daripada 1 menit pada jam dan tempat yang sama
Kegiatan yang menyulitkan pengobatan flek wajah adalah kegiatan yang umumnya dilakukan di bawah sinar matahari langsung seperti berenang, voli, tenis lapangan, bersepeda, gerak jalan, mencuci di depan teras, menjemur pakaian, memelihara tanaman, menunggu bis, jalan-jalan di Dufan atau Taman Mini, dsb.
Dengan kata lain, untuk keberhasilan pengobatan, dibutuhkan prinsip prilaku “ Matahari adalah musuhku “
b. Faktor kegagalan lainnya adalah lupa atau tidak sempat menggunakan krim secara teratur, sehingga obat tidak bekerja secara efektif
Bagaimana cara pencegahan agar tidak kambuh ?

Untuk menghilangkan flek dibutuhkan 3-6 bulan pengobata, namun bila suatu hari melakukan kegiatan beberapa jam di bawah sinar matahai ( misalnya berenang di laut siang hari), maka flek akan kambuh kembali seperti sebelum melakukan pengobatan.
Agar tidak kambuh, perlu :
a. Mempunyai prinsip “Matahari adalah musuhku” yaitu denagn :
1. Menghindari sinar matahari sebisanya, terutama antara jam 08.00-16.00
2. Bila tidak dapat menghindari kegiatan di atas, gunakan krim. Tabirsurya dan penutup wajah seperti topi labar atau payung ( walaupun keduanya tidak akan melindungi wajah secara sempurna )
b. Hindari pemakaian obat hormonal KB (Kontrasepsi tablet, suntik, atau susuk )
Bagaimana cara memakai Tabirsurya yang benar ?
a. Pakailah Tabirsurya dari pabrik obat ( yang dibeli di apotik ), karena efektifitasnya lebih terjamin dibandingkan kosmetik
b. Pemakaian krim tabirsurya dianjurkan ( kalau sempat ) ½ jam sebelum terjemur matahari, agar krim dapat masuk ke dalam jaringan kulit secara maksimal sebelum terkena sinar matahari
c. Oleskan krim Tabirsurya agak tebal di wajah. Untuk perlindungan yang optimal, krim dapat ditumpuk ulang di atasnya
d. Penambahan bedak di atas krim dapat meningkatkan perlindungan terhadap sinar matahari
e. Kemampuan krim Tabirsurya melindungi wajah adalah sekitar 4-5 jam, sehingga pemakaiannya diperlukan setiap pagi (07.00), siang (11.00) dan sore hari (15.00)
f. Pemakaiannya perlu diulang setiap 2 jam bila melakukan kegiatan olahraga berat atau berenang ( berkeringat akan melarutkan krim Tabirsurya )
g. Walaupun Anda telah menggunakan krim tabirsurya namun sebagian dari sinar matahari masih tetap tembus dan masuk ke dalam kulit. Untuk itu usahakan untuk menghindari kegiatan langsung di bawah sinar matahari ( Seperti berenang, bertanam, mencuci di atas teras, menjemur pakaian, dsb )
Bagaimana cara mempercepat pengobatan flek wajah ?
Melakukan tindakan chemical peeling oleh dokter setiap 2-3 minggu sampai flek memudar dan memakai krim setiap hari antara tindakan peeling tersebut.

Apakah diperbolehkan facial di salon ?
Facial merupakan tindakan perawatan kulit dengan cara cleaning secara maksimal dan masase kulit. Facial di salon dapat dilakukan setiap 2-3 minggu dengan syarat.
a. Tidak dilakukan segera setelah tindakan peeling sampai 1 minggu kemudian
b. Tidak melakukan “ peeling secara salon” ( yaitu dengan alat atau krim scrub)
c. Tidak menggunakan
1. Alat denagn sinar ultraviolet ( dapat menimbulkan flek)
2. Krim pemutih (dapat mengiritasi kulit)
(Source :info kulit)

Read More......

Selasa, 12 Februari 2008

HISTORY OF SPA

WHAT IS SPA?

SPA berasal dari bahasa latin SOLUS PAR AQUA yang berarti meningkatkan kesehatan melalui air . SPA sekarang merupakan kata ganti dari perawatan kesehatan & kecantikan ( to keep in good health & beauty treatment for the face). Selain dari massage & ritual mandi , SPA lebih menekankan untuk mendapatkan keseimbangan tubuh, pikiran & jiwa (the balance of body, mind and soul).

HISTORY OF SPA
Berawal dari abad ke 16 di Belgia Selatan, terdapat sebuah kota bernama SPAU, kota tersebut memiliki sebuah hutan yang sangat indah dan sumber mata air yang jernih. Penduduk kota SPAU menjadikan tempat tersebut untuk mandi, berendam, selain untuk membersihkan badan, & melepaskan lelah, mereka pun sangat menikmati pemandangan alam yang indah di tempat tersebut , sehingga tubuh, pikiran dan jiwa mendapat ketenangan & kesegaran yang baru. Kegiatan mandi & berendam sambil menikmati pemandangan alam, di hutan tersebut, lambat laun menjadi sebuah TREND bagi masyarakat kota SPAU dan sekitarnya.
Pada masa-masa abad pertengahan, masyarakat kelas tinggi ERopa menemukan bahwa berendam di sumber mata air panas alami dapat membantu menyembuhkan penyakit, di jaman itu hamper semua sanatorium di Eropa menggunakan cara tersebut untuk membantu penyembuhan penyakit .

Puluhan tahun belakangan ini perkembangan SPA telah meningkat menjadi suatu kegiatan yang tujuan utamanya untuk bersantai, merilekskan tubuh. Berlanjut ke massage, perawatan kecantikan wajah, water therapy, dan sebagainya. Menjadikan SPA sebagai salah satu kegiatan bersantai dengan banyak variasi di dalamnya. Di Amerika, Canada, Asia, Australia, New Zealand SPA telah berkembang pula sebagai salah satu tujuan pariwisata.

JENIS - JENIS SPA :


• CLUB SPA : SPA yang digabung dengan kegiatan fitness. CLUB spa juga harus memiliki service equipment yang lengkap serta therapist yang profesional dan kualitas service yang terjamin.

• CRUISE SPA : cruise ship yang menyediakan jasa profesional SPA. Karena ruang dalam cruise ship terbatas, maka jenis service yang disediakan juga terbatas tetapi keunikan dari CRUISE SPA adalah customer dapat menikmati pemandangan laut sambil melakukan SPA.

• DAY SPA : pada saat ini adalah jenis SPA yang paling banyak diminati di kota-kota metropolitan. Dapat menjamin kepada customer dalam waktu beberapa jam mendapatkan perawatan SPA untuk memulihkan kesegaran tubuh & pikiran. Karena dapat dilakukan hanya dalam waktu 1 hari, oleh sebab itu dinamakan DAY SPA.

• DESTINATION SPA : SPA yang tujuan khusus, biasanya memerlukan waktu 3 - 7 hari, termasuk tempat tinggal, makanan, & jadwal kegiatan SPA. Biaya DESTINATION SPA adalah paling tinggi dari seluruh jenis SPA yang ada, namun dapat mencapai tujuan optimal dari SPA. Saat ini Destination SPA banyak ditemukan di eropa, amerika Arizona.

• RESORT HOTEL SPA : dilakukan di resort villa atau didalam Hotel. Secara umum treatment material yang digunakan sama dengan Day Spa.

• MIRACLE SPA : agak berbeda dengan jenis SPA lainnya. Miracle SPA menggunakan konsep penyembuhan penyakit untuk mendapatkan tujuan kesehatan.

• MINERAL SPRING SPA : Spa yang dilakukan di tempat yang memiliki sumber air panas alami (mineral water), proses berendam di air panas alami dilanjutkan dengan perawatan spa lainnya. Namun di Jepang, yang dimaksud Mineral spring Spa adalah berendam di sumber mata air panas alami tanpa proses SPA lainnya.

• HOME SPA : Jenis SPA yang saat ini sedang menjadi trend baru di dunia, berasal dari kegiatan kita setiap hari yaitu MANDI. HOME SPA , adalah kegiatan mandi yang ditambah dengan beberapa kegiatan lainnya. Seperti berendam di bathtub menggunakan essential oil, garam mandi, luluran. Dengan menyiapkan beberapa produk SPA, kita tetap dapat menikmati High Class SPA di rumah.
Estebel SPA hadir untuk memenuhi kebutuhan di Kota Besar, Silahkan Anda kunjungi dan coba kemewahan yang akan anda dapatkan dengan produk yang berkualitas tinggi.

Read More......

Kelainan Jantung, Hindari Vitamin B

Tidak semua vitamin berguna untuk menjaga kesehatan, kenapa bisa demikian? Sebuah penelitian yang dilakukan di Swedia menyebutkan bahwa mengkonsumi Vitamin B untuk mencegah serangan jantung dan darah tinggi bukanlah tindakan yang baik dan bahkan bisa berbahaya.
Sebelumnya para ahli sempat berpendapat vitamin B bisa mengurangi unsur darah yang disebut vitamins homocysteine, yang memiliki keterkaitan dengan resiko serangan jantung. Namun pendapat ini dimentahkan dengan sebuah penelitian terbaru yang memperlihatkan konsumsi vitamin B tak ada gunanya walau memang bisa menurunkan homocysteine.
Penemuan ini dijabarkan dalam pertemuan Masyrakat Kardiologi Eropa yang berlangsung di ibukota Swedia, Stockholm dimana para peneliti dari Norwegian Vitamin Trial atau NORVIT dari Universitas Troms Swedia meneliti sekitar 4.749 penderita serangan jantung.

Seluruh penderita dibagi ke dalam 4 kelompok dan masing-masing menerima perlakukan berbeda disamping pengobatan biasa yang sedang mereka jalani. Keempat grup mendapat Vitamin B, Vitamin B6, dan gabungan dua Vitamin tersebut, selain obat biasa selama 3 tahun.
Setelah 3 setengah tahun berselang, kelompok yang mengkonsumsi Vitamin B dan kelompok dengan Vitamin B6 menghadapi peningkatan kecil dalam resiko kardiovaskular. Namun kelompok yang mengkonsumsi kedua vitamin menghadapi resiko peningkatan serangan jantung dan darah tinggi sebesar 20 persen meskipun tingkat homocysteine mereka turun sampai 30 persen.
Hasil tersebut menunjukkan peningkatan 40 persen resiko pada kelompok yang mengkonsumsi Vitamin B, namun para peneliti itu menegaskan penyelidikan lebih lanjut tetap harus diperlukan. Profesor Kaare Harald B√łnaa, penulis laporan penelitian, mengatakan hasil dari NORVIT penting karena resep Vitamin B dosis tinggi dari dokter tidak bisa mencegah serangan jantung dan darah tinggi.
"Vitamin B seharusnya hanya diberikan kepada orang-orang yang kekurangan Vitamin B," tambah Profesor Kaare.
Sementara itu Profesor Peter Weissberg, Direktur Medis Yayasan Jantung Inggris menganjurkan agar orang tidak mengkonsumsi Vitamin B untuk mencegah serangan jantung dan darah tinggi. "Study tersebut justru memperlihatkan adanya peningkatan serangan jantung dan darah tinggi. Vitamin B direkomendasikan bagi wanita hamil untuk mengurangi cacat pada kelahiran," kata Profesor Weissberg. (source:Ikabi)

Read More......

Kopi Gudangnya Anti-Oksidan

Jika selama ini kopi hanya dikenal sebagai teman begadang karena kandungan kafeinnya, mungkin kini saatnya Anda tahu khasiat lain dibalik si hitam ini. Sebuah penelitian ilimiah yang di lakukan para pakar di Amerika Serikat menyebutkan bahwa kopi kemungkinna besar memberikan efek positif bagi kesehatan lebih besar dari pada mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran
Para ilmuwan menghitung jumlah kandungan anti-oksidan (zat anti unsur radikal bebas) pada lebih dari 100 jenis makanan termasuk sayur-sayuran, buah-buahan, kacang, aneka bumbu, minyak dan minuman. Hasil penemuan tersebut kemudian dikombinasi dengan data yang ada di Departemen Pertanian AS dan sumbangan dari setiap jenis bagi pola makan rata-rata di Amerika.
Kopi terbukti merupakan sumber anti-oksidan terbesar dari setiap kali dan tingkat konsumsi yang kemudian diikuti teh hitam, pisang, kacang-kacangan kering, dan jagung.
"Orang Amerika memperoleh sumber anti-oksidan dari konsumsi kopi dibandingkan dari jenis makanan atau minuman lainnya dan sejauh ini tak ada jenis makanan atau minuman yang menyamai kopi," kata kepala tim peneliti Professor Joe Vison dari Scranton University di Pensylvania.
Baik kopi berkafein atau bebas kafein keduanya memberikan sumbangan anti-oksidan sama tingkatnya. Badan pengamat pasar Mintel mencatat perilaku minum kopi di Inggris yang menyebutkan tingkat konsumsi kopi lebih rendah dibanding di Amerika Serikat, tercatat hanya 47 persen orang Inggris yang secara teratur meminum kopi instan atau kopi bubuk.
Anti-oksidan membantu tubuh membuang zat-zat radikal berbahaya bagi tubuh, molekul perusak yang merusak sel-sel serta DNA (cetak biru dari sel terkecil mahluk hidup). Zat anti unsur radikal bebas ini berkaitan dengan sejumlah keuntungan dan manfaat bagi kesehatan termasuk melindungi seseorang dari terkena penyakit kanker atau jantung. Hasil penelitian tersebut memperlihatkan kopi dapat mengurangi risiko terkena kanker hati dan usus, diabetes type II serta terkena penyakit Parkinson. Namun Vinson menyarankan agar konsumsi kopi tetap pada tingkat sedang yaitu satu atau dua cangkir setiap harinya.(source :Ikabi)

Read More......

Senin, 11 Februari 2008

Perangi Ketuaan Tanpa Pisau Bedah

Saat kerutan mulai hadir di sekitar mata Anda dan garis wajah mulai muncul di sekitar mulut Anda sesaat setelah Anda selesai tertawa, mungkin serangkaian kosmetik dapat membantu Anda mengatasi hal tersebut. Tetapi sebelum Anda memutuskan memilih melakukan operasi seperti bedah kecantikan (facelift), ketahuilah banyak sekali prosedur-prosedur non kosmetik yang bisa Anda jumpai dan membantu Anda mengembalikan waktu Anda yang hilang -- atau paling tidak menghentikannya selama beberapa bulan.
"Trend dalam dunia bedah kosmetik jauh dari rekontruksi yang agresif tetapi cenderung membuat penampilan seseorang lebih sempurna dan halus," ujar Steve Margolis MD, seorang ahli bedah. Margolis menjelaskan selain perubahan dramatik yang dilakukan, "Prosedur perubahan non-kosmetik dapat membuat seseorang kelihatan lebih muda dari umur usia yang sebenarnya."
Mulai dari Botox dan pengisian kosmetik, pengupasan secara kimia, penggunaan laser, serta prosedur-prosedur non kosmetik yang membuat wajah kelihatan bersinar dan lebih muda dengan waktu penyembuhan lebih cepat, lebih murah, serta lebih alami.

Meliputi apa sajakah prosedur-prosedur tersebut? Dan bagaimanakah Anda mengetahui kesiapan Anda serta langkah-langkah yang patut diambil untuk melakukan bedah kosmetik?
Botox
Penyuntikkan Botox yang mengandung sebuah protein alamiah yang memiliki sifat menenangkan otot-otot aktif pada muka yang penyebab keriput akan dilakukan sesuai rata-rata: lebih daripada 1 juta penduduk di seluruh dunia menjalani prosedur non-kosmetik pada 2002, yang dikutip oleh American Society of Plastic Surgeons.
“Botox jauh lebih efektif untuk digunakan di sekitar mata serta kerutan di antara alis mata dan sekitar bibir, “ ujar Rod Rohrich, MD, ketua American Society of Plastic Surgeons. “Meskipun bersifat sementara.” Biaya penyuntikan Botox berkisar sekitar US$400-US$650 per sesi, hasil penyuntikan Botox tersebut dapat bertahan sekitar 3 sampai 4 bulan, tetapi karena prosedur tersebut hanya bersifat menenangkan otot-otot wajah serta mengencangkan kulit wajah, maka prosedur tersebut tetap meninggalkan kerut di wajah – terutama bila kerutan tersebut sangat dalam.
Tetapi hal tersebut dapat diatasi dengan menggabungkan Botox dengan pengisian kosmetik (cosmetic fillers), pengencangan kulit wajah, pengisian kerutan sehingga hasil akan bertahan lebih lama. Pengisian kosmetik yang dulu hanya mengandung kolagen berbahan dasar lemak binatang, saat ini juga megandung synthetic fillers seperti Restylane, Artecoll, dan Radiance – yang telah disetujui oleh FDA – penghalusan garis wajah dan kekusutan karena usia, paparan sinar matahari, pergerakan wajah setiap tahun yang bisa membuat wajah kelihatan lebih muda.
“Kolagen adalah sebuah produk yang berbahan dasar binatang, sehingga kadang dijumpai reaksi alergi, ujar Rohrich, seorang profesor dan juga seorang ketua departemen bedah plastik pada Universitas Texas Southwestern Medical Center di Dallas. “Dan hasilnya hanya bertahan sekitar dua atau tiga bulan. Synthetic fillers terbaru ini hanya bertahan paling tidak selama enam bulan – lebih lama dari jika digabungkan dengan Botox.”
Untuk Botox yang rata-rata menelan biaya sekitar US$175 juta setiap kali jual pada 2002, menurut Wall Street Jornal, dan untuk semua kosmetik filler hal tersebut ibarat pernikahan di surga. Sebuah penelitian tahunan yang digelar pada 2003 American Academy of Dermatology menyatakan bahwa penggabungan Botox dengan Restylane hampir memiliki daya tahan ganda dibandingkan penggunaan secara individu: Restylane yang digunakan sendiri hanya bertahan selama 18 minggu, tetapi jika digunakan dengan suntikan Botox dapat berlangsung selama 32 minggu.
Prosedur kosmetik tanpa operasi juga memiliki risiko seperti penggunaan cosmetic fillers yang berlebihan dan tidak benar dapat menyebabkan kulit terlihat benjol.
Prosedur Kosmetik Tanpa Operasi Lainnya
Bagi wanita yang enggan menghabiskan banyak waktu ada beberapa pilihan yang juga menawarkan wajah lebih halus serta hasil yang alami.
“Orang-orang cenderung berkomentar betapa sehat serta menariknya penampilan beberapa orang,” ujar Margolis, seorang pendiri New England Vein dan Laser Center. American Society of Plastic Surgeons menyatakan pengelupasan secara kimia merupakan pilihan terbaik bagi individu yang ingin menghilangkan kerutan atau keriput, noda wajah, pigmentasi, ataupun wajah yang terbakar matahari. Menggunakan sebuah bahan kimia tertentu untuk mengupas lembaran teratas kulit, prosedur tersebut dapat berjalan baik jika digunakan pada kulit yang berwarna terang, berkulit tipis dengan kerut-kerutan tipis.
“Pengelupasan dapat digunakan pada kerutan- kerutan di sekitar mulut dan muka dan waktu istirahatnya sekitar lima hari karena Anda akan merasakan kulit seperti terbakar," ujar Rohrich pada WebMD. Tetapi prosedur ini hanya akan bertahan selama 6 sampai dua belas bulan sebelum Anda dapat mengulanginya lagi.
Microdermabrasion merupakan sebuah prosedur yang menggunakan sebuah alat berpasir untuk menghilangkan lapisan teratas kulit, prosedur ini juga menghaluskan tepi-tepi permukaan yang tidak rata, seperti bekas jerawat ataupun bopeng serta keriput-keriput di muka, terutama di sekitar mulut, menurut American Society of Plastic Surgeons. Hasil dari prosedur ini relatif permanen atau tahan lama sampai keriput-keriput di muka hilang, namun juga dapat bertahan sampai dua minggu saja sebelum warna kemerahan pada kulit, karena hasil perawatan tersebut.
Menurut American Society of Plastic Surgeons untuk menghaluskan permukaan kulit muka serta menghilangkan keriput-keriput dapat melalui prosedur sinar laser dengan menggunakan perangkat karbondioksida. Prosedur ini dapat menghilangkan garis-garis halus wajah di sekitar mata dan mulut selain juga meminimalkan luka bopeng serta area pigmentasi yang tidak rata, meskipun hasil tersebut bersifat sementara sampai timbulnya keriput baru lagi.
Melalui prosedur operasi kosmetik tanpa operasi cobalah untuk selalu mengingat dan menemukan seseorang yang berkualitas, berpengalaman serta bereputasi baik dibidangnya.
“Anda akan mendapat apa yang telah Anda bayar, ujar Rohrich. Jadi saat prosedur tersebut diterapkan pada wajah Anda. Anda tidak harus mengadakan sebuah penawaran.”
Langkah Selanjutnya
Saat Anda menjalani Botox serta pengelupasan secara kimia, mungkin Anda harus menjalani langkah selanjutnya.
“Prosedur kosmetik tanpa operasi sangat berguna bagi pasien berusia muda, tetapi bagi individu yang mulai memasuki usia tua, hala tersebut cenderung berisiko,” ujar Rohrich. Tetapi jika Anda mencari hasil yang tahan lama, atau hasil yang dramatik, operasi kosmetik adalah sulusinya. Facelift atau bedah kecantikan misalnya dapat bertahan sampai 10 tahun, menurut American Society of Plastic Surgeons operasi hidung dapat bertahan seumur hidup dan cenderung membuat perubahan pada wajah Anda.
Namun operasi cenderung menelan biaya yang tak sedikit serta mempunyai beberapa efek samping selain juga membutuhkan waktu yang relatif lama: paling tidak dua minggu untuk facelift dan beberapa minggu untuk operasi kelopak mata.
Halus tapi efektif
Operasi kosmetik merupakan pilihan terakhir, untuk sementara waktu, meskipun prosedur kosmetik tanpa operasi merupakan prosedur teraman, serta solusi yang tepat dan efektif untuk mengatasi masalah kulit Anda. “Jika Anda individu yang memasuki usia pertengahan, prosedur kosmetik tanpa operasi adalah prosedur yang tepat bagi Anda,” ujar Rohrich. Cukuplah jika kelak Anda berucap “sampai jumpa lagi” pada keriput-keriput di kaki dan di dahi dan kelihatan sempurna pada usia Anda (Source:Ikabi)

Read More......

Mendeteksi dan Mencegah Penyakit Influensa

WHO menyatakan bahwa awal tahun 2006 ini merupakan saat terdekat terjadinya pandemi flu sejak pandemi terakhir tahun 1968.
Data yang ada menunjukkan bahwa wabah infeksi H5N1 hanya kurang satu syarat lagi untuk menjadi ”calon” pandemi, yaitu belum ditemukan bukti penularan antarmanusia di masyarakat.
Pengalaman masa lalu, pandemi tahun 1918, misalnya, menunjukkan bahwa korban manusia dapat sampai puluhan juta orang. Sementara itu, serangan SARS tahun 2003—kendati tidak merupakan pandemi—punya dampak ekonomi, sosial, bahkan politik yang amat berarti. Artinya, kalau memang akan terjadi pandemi influenza, dampaknya akan sangat luas dan mengenai berbagai segi kehidupan masyarakat.
Harus diakui bahwa flu burung merupakan salah satu kemungkinan penyebab pandemi influenza, dan tugas kita sekarang adalah bagaimana mendeteksinya, sedapat mungkin mencegahnya atau setidaknya meminimalisasi dampak buruknya.
Lebih menguntungkan
Kalau bicara menghadapi kemungkinan pandemi, sebenarnya keadaan kita kini jauh lebih baik daripada masa lalu. Setidaknya ada tiga alasan yang mendasarinya.
Pertama, kini—sejak akhir tahun 2003—kita seakan telah mendapat warning dengan jatuhnya kasus flu burung pada manusia, yang sampai Februari 2006 telah terjadi pada 169 pasien di 7 negara, 91 di antaranya meninggal dunia.
Pada saat pandemi yang lalu tidak ada warning seperti ini, pandemi tiba-tiba saja datangnya. Dengan adanya warning, seyogianya persiapan dapat dibuat lebih baik dan diharapkan korban tidak jatuh terlalu banyak seperti di masa lalu.
Kedua, pada saat ini belum ditemukan bukti adanya penularan antarmanusia di masyarakat dari virus H5N1, sementara virus influenza penyebab pandemi influenza yang lalu memang sejak awal telah menyebar antarmanusia dengan mudah.
Tentu saja hal ini secara teoritis mungkin saja berubah di masa datang. Setidaknya ada dua teori perubahan yang terjadi.
Pertama, yang banyak dibicarakan, adalah kalau virus H5N1—yang menyebabkan sekitar 50 persen kematian pada manusia tetapi untungnya tidak menular antarmanusia—bertemu dan ”bercampur” dengan virus influenza manusia biasa, katakanlah H1N1 yang memang tidak mematikan tetapi amat mudah menular antarmanusia.
Nah, kalau H5N1 dan H1N1 ini ”bercampur” jadi satu dan membentuk virus subtipe baru, maka sang virus baru ini akan mematikan seperti H5N1 dan mudah menular seperti H1N1, inilah yang amat berbahaya, inilah yang harus diwaspadai dan masalah inilah yang harus dicegah.
Sementara itu, teori perubahan kedua adalah terjadinya perubahan secara bertahap, sedikit demi sedikit dari virus H5N1 sehingga kemudian bermutasi dan dapat menular antarmanusia serta tetap mematikan seperti sekarang ini.
Di pihak lain, hal menguntungkan yang ketiga adalah sudah mulai dilakukannya berbagai penelitian ilmiah di bidang epidemiologis, terapi, dan vaksin di bidang flu burung. Memang hingga kini belum ada vaksin yang definitif, tetapi setidaknya jalan ke arah ditemukannya vaksin sudah tampak dan sudah pula dilakukan penelitian pada manusia di beberapa negara. Artinya, kalau nanti benar-benar ada ancaman pandemi influenza, mudah-mudahan sudah ada vaksin yang tersedia.
Analisis situasi
Setidaknya ada enam hal yang kini nyata dihadapi dunia, termasuk juga Indonesia tentunya.
Kita harus mengenal keenam hal ini dan membuat persiapan dalam menghadapinya.
Pertama, suka atau tidak suka, semua pihak harus menyadari bahwa memang ada risiko besar akan terjadi pandemi influenza.
Kedua adalah kenyataan bahwa ancaman pandemi ini ternyata menetap. Hal ini terjadi karena wabah flu burung di binatang masih akan terus ada, bahkan yang tadinya hanya di Asia kini sudah ke Timur Tengah dan Eropa. Artinya, potensi sumber penularan dari binatang ke masyarakat masih ada dan tampaknya belum terlihat tanda berkurang, bahkan tambah meluas.
Ketiga, kita tidak dapat secara pasti memprediksi pola mutasi yang ada pada virus influenza H5N1 dan juga jenis virus influenza lainnya. Apalagi infeksi tidak hanya terjadi di unggas, tetapi mungkin juga terjadi di binatang lain, seperti babi, kucing, macan, ikan, dan juga manusia. Bagaimana perubahan yang terjadi di masa datang tak sepenuhnya bisa ditata secara ilmiah dan banyak sekali yang terjadi secara alamiah belaka dan sulit diketahui arahnya.
Keempat yang terjadi adalah sulitnya membangun early warning system. Banyak faktor yang berperan di sini, antara lain begitu luasnya orang yang memelihara unggas dan tidak mungkin semua ayam dibunuh guna menghindari penyebaran. Dari kacamata manusia, maka diagnosis dini juga sulit dilakukan dan diagnosis pasti pun butuh alat laboratorium canggih (kultur virus, PCR, serologi ketat, dan lain-lain).
Kelima, yang kita hadapi adalah soal pencegahan. Seperti dibahas di atas, vaksin masih dalam penelitian, sementara itu obat antivirus ternyata ketersediaannya di dunia juga terbatas, bahkan perlu dicari obat baru yang lebih ampuh lagi.
Keenam, kalau-kalau saja pandemi betul-betul terjadi— mudah-mudahan tidak terjadi—dunia akan dihadapi dengan keterbatasan kemampuan pelayanan kesehatan untuk menangani tambahan jutaan kasus pasien.
Dalam keadaan ”normal” seperti sekarang saja kita masih sering mendengar berbagai keluhan tentang pelayanan kesehatan. Kalau ada pandemi, tentu kalangan kesehatan di dunia akan mendapat tantangan kerja yang amat berat
Virus ”novel”
Yang banyak ditanyakan orang adalah kapan kira-kira pandemi akan terjadi. Saat ini memang tidak ada orang yang dapat menjawab dengan pasti.
Indonesia kini ada dalam stadium 3 pandemi, suatu keadaan yang menunjukkan telah ditemukan infeksi pada manusia akibat H5N1 tetapi tidak ada penyebaran manusia ke manusia atau kalau toh ada hanya terjadi pada keluarga/kontak yang amat dekat saja.
Kita tidak tahu apakah situasi Indonesia akan makin memburuk ke stadium 4, 5, dan 6 (pandemi luas) atau justru membaik ke stadium 2 di mana tidak ada korban manusia lagi.
Untuk mendeteksi dini kemungkinan pergeseran ke stadium 4 menuju ke arah pandemi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan.
Pertama, tentu melihat perluasan penyakit di masyarakat, seperti adanya ”wabah” penyakit saluran napas yang tidak diketahui sebabnya di satu desa atau daerah.
Kedua, kalau cluster yang sakit makin meluas, bukan hanya dua atau tiga orang seperti sekarang ini.
Ketiga, kalau ditemukan virus ”novel”, yaitu virus baru, katakanlah, misalnya, suatu virus yang dindingnya berasal dari virus flu burung dan bagian dalamnya adalah virus manusia.
Kewaspadaan harus amat ditingkatkan kalau si virus ”novel” ini ternyata kemudian menular ke lebih dari lima orang dan atau dari satu orang (primary case) menular ke beberapa orang sekaligus (secondary case) dan masing-masing kemudian menulari lagi ke orang lain (tertiary case).
Kalau hal-hal di atas ditemukan, maka itu merupakan deteksi dini bahwa kita akan segera memasuki stadium 4 di mana ditemukan cluster sekitar 25 orang di suatu tempat yang sama-sama menderita flu burung dalam kurun waktu dua minggu.
Pada fase ini juga ditemukan beberapa pasien di berbagai lokasi yang jatuh sakit tanpa jelas-jelas ada riwayat kontak dengan unggas yang sakit sehingga diduga merupakan penularan antarmanusia. Kalau sudah stadium 4, ancaman pandemi sudah benar-benar di pelupuk mata!
Langkah strategis
Untuk bersiap dan mencegah terjadi pandemi, ada beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan.
Pertama, dan sangat penting, adalah harus terbina kerja sama antara kalangan kedokteran dan peternakan/kedokteran hewan. Setiap kegiatan harus dibahas dan berjalan bersama sehingga memberikan hasil maksimal dan jangan salah menyalahkan satu dengan lainnya.
Harus ada upaya bersama untuk menemukan kasus, baik pada hewan maupun manusia. Artinya, kalau ada laporan kenaikan kasus pada hewan, petugas kesehatan harus mewaspadai kemungkinan kasus juga pada manusia.
Langkah strategis kedua adalah harus dibina komunikasi yang intens ke masyarakat. Untuk perkotaan, hal ini perlu untuk menghindari kepanikan publik. Sementara itu, di daerah rural hal ini perlu utamanya untuk menjangkau peternak skala menengah dan kecil yang berjumlah jutaan orang.
Hal ketiga adalah meningkatkan ilmu virologi sehingga mampu mendeteksi perkembangan virus di masyarakat dan di lingkungan secara lebih mendalam. Dalam hal ini perlu diingat bahwa kegiatan surveilans biasa mungkin tidak memadai, harus lebih giat, terencana baik dan bersifat ”jemput bola” serta tidak hanya menunggu kalau ada masalah saja.
Langkah penting keempat adalah upaya meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi dan mengobati kasus pada manusia. Untuk ini perlu dibuat algoritme klinik yang jelas, cukup sensitif dan spesifik, serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Algoritme diagnosis dan penanganan kasus ini kemudian disebarluaskan agar seluruh petugas kesehatan di pelosok mana pun dapat menerapkannya di lapangan.
Hal kelima yang penting adalah prioritas politik untuk penyediaan obat dan alat kesehatan untuk pencegahan dan penanganan kasus. Ini mudah diucapkan, tetapi sulit dilakukan.
Bila kasus belum kelihatan, pasien dan kematian belum banyak dan belum meresahkan, sering kali sumber daya diberikan ke sektor lain dan sektor kesehatan hanya dapat sedikit saja.
Kalau kita bicara persiapan menghadapi pandemi, walau pandemi belum terjadi seperti sekarang ini, maka sumber daya dan sumber dana untuk kesehatan harus mendapat prioritas penting sejak sekarang. Semua pihak harus bekerja keras. Kita tidak bisa hanya bereaksi business as usual. Semua pihak harus proaktif demi kepentingan kita bersama.*
(Source:by Ikabi, Dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), DTM&H, MARS Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI/ RS Persahabatan)

Read More......

iPods Bikin Telinga Berdengung

Musik salah satu cara pendongkrak semangat, musik membuat hidup lebih hidup, tapi apa jadinya jika musik bikin telinga berdengung? Tentu bukan musik yang bikin telinga 'ngungung', tapi perilaku kita mendengarkan musik yang membuat pendengaran jadi tak tajam lagi.
Para peneliti di Australia menemukan sekitar seperempat pengguna iPods mengalami gangguan pendengaran. iPods mania atau pemakai portable music players lainnya sering beresiko mengalami kenaikan telinga berdengung (tinnitus) atau masalah pendengaran lainnya, kecenderungan ini lebih banyak dijumpai pada pengguna iPods yang gila-gilaan memutar volume iPods-nya.
National Acoustic Laboratories di Sydney meminta para responden mendengarkan musik dengan volume sebanding dengan perangkat bermesin motor (ie: mesin bor). Para peneliti menemukan bahwa tingkat dengungan (tinnitus) akan meningkat karena pendengaran tak bisa lagi mengadopsi kebiasaan normal telinga mereka.
Penelitian tersebut mencatat sekitar 25 persen responden cenderung mendengarkan iPods ataupun portable musik lainnya dalam kapasitas 'bising' sebanding dengan tingkat kebisingan suara-suara pada alat pemotong rumput maupun perangkat bermesin motor, dengan rata-rata intensitas diatas 85 decibels.
Dalam ukuran normal, orang dengan pendengaran normal audiogram-nya terletak antara 0 sampai 20 decibels, lebih dari 30 decibels dengan rentangan sampai 100 desibel berarti ada gangguan pendengaran.
Ukuran intensitas pendengaran normal dicatat dalam bentuk audiogram, dimana audigram yang terletak antara 30 sampai 40 decibels termasuk gangguan ringan. Dari 40 sampai 60 decibels termasuk skala sedang. Antara 60 sampai 90 desibel sudah berat. Sebagai gambaran, bunyi mesin bor jalanan sama dengan 100 desibel. Mesin pesawat terbang 120 desibel. Sedang ruangan yang tenang kira-kira sekitar 30 sampai 40 desibel.
"Menikmati alunan musik disco, menghadiri pesta dansa, bekerja di pabrik, mendengarkan musik sambil berkendara atau hanya mendengarkan musik didalam kamar, apapun kondisinya jika mengganggu telinga hal tersebut sudah termasuk kategori 'kebisingan'," ujar Professor Harvey Dillon, penggagas penelitian. "Akan lebih baik jika mendengarkan musik dalam frekuensi normal, mungkin gangguan ini tak tampak dalam waktu dekat namun tak menutup kemungkinan memicu gangguan yang lebih berat beberapa tahun mendatang," tambah Prof. Dillon. (sky/rit)( source; Ikabi)

Read More......

Kenali Kanker Payudara

Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara. Ini adalah jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000. Pengobatan yang paling lazim adalah dengan pembedahan dan jika perlu dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi.

1.1. Definisi 1.1.1. Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali. (http://www.mediasehat.com/utama07.php) 1.1.2. Kanker payudara (Carcinoma mammae) adalah suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. Penyakit ini oleh Word Health Organization (WHO) dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD) dengan kode nomor 17

.2. Patofisiologi 1.2.1. Transformasi Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi, yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi. 1.2.1.1. pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang memancing sel menjadi ganas. Perubahan dalam bahan genetik sel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen, yang bisa berupa bahan kimia, virus, radiasi (penyinaran) atau sinar matahari. tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promotor, menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. bahkan gangguan fisik menahunpun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan. 1.2.1.2. pada tahap promosi, suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi ganas. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi. karena itu diperlukan beberapa faktor untuk terjadinya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen). 1.2.2. Stadium Stadium penyakit kanker adalah suatu keadaan dari hasil penilaian dokter saat mendiagnosis suatu penyakit kanker yang diderita pasiennya, sudah sejauh manakah tingkat penyebaran kanker tersebut baik ke organ atau jaringan sekitar maupun penyebaran ketempat jauh Stadium hanya dikenal pada tumor ganas atau kanker dan tidak ada pada tumor jinak. Untuk menentukan suatu stadium, harus dilakukan pemeriksaan klinis dan ditunjang dengan pemeriksaan penunjang lainnya yaitu histopatologi atau PA, rontgen , USG, dan bila memungkinkan dengan CT Scan, scintigrafi dll. Banyak sekali cara untuk menentukan stadium, namun yang paling banyak dianut saat ini adalah stadium kanker berdasarkan klasifikasi sistim TNM yang direkomendasikan oleh UICC(International Union Against Cancer dari WHO atau World Health Organization) / AJCC(American Joint Committee On cancer yang disponsori oleh American Cancer Society dan American College of Surgeons). 1.2.2.1. Pada sistim TNM dinilai tiga faktor utama yaitu "T" yaitu Tumor size atau ukuran tumor , "N" yaitu Node atau kelenjar getah bening regional dan "M" yaitu metastasis atau penyebaran jauh. Ketiga faktor T,N,M dinilai baik secara klinis sebelum dilakukan operasi , juga sesudah operasi dan dilakukan pemeriksaan histopatologi (PA) . Pada kanker payudara, penilaian TNM sebagai berikut :

• T (Tumor size), ukuran tumor :

T 0 : tidak ditemukan tumor primer
T 1 : ukuran tumor diameter 2 cm atau kurang
T 2 : ukuran tumor diameter antara 2-5 cm
T 3 : ukuran tumor diameter > 5 cm
T 4 : ukuran tumor berapa saja, tetapi sudah ada penyebaran ke kulit atau dinding dada atau pada keduanya , dapat berupa borok, edema atau bengkak, kulit payudara kemerahan atau ada benjolan kecil di kulit di luar tumor utama
• N (Node), kelenjar getah bening regional (kgb) :

N 0 : tidak terdapat metastasis pada kgb regional di ketiak / aksilla
N 1 : ada metastasis ke kgb aksilla yang masih dapat digerakkan
N 2 : ada metastasis ke kgb aksilla yang sulit digerakkan
N 3 : ada metastasis ke kgb di atas tulang selangka (supraclavicula) atau pada kgb di mammary interna di dekat tulang sternum
• M (Metastasis) , penyebaran jauh :

M x : metastasis jauh belum dapat dinilai
M 0 : tidak terdapat metastasis jauh
M 1 : terdapat metastasis jauh
1.2.2.2. Setelah masing-masing faktot T,.N,M didapatkan, ketiga faktor tersebut kemudian digabung dan didapatkan stadium kanker sebagai berikut :

Stadium 0 : T0 N0 M0
Stadium 1 : T1 N0 M0
Stadium II A : T0 N1 M0 / T1 N1 M0 / T2 N0 M0
Stadium II B : T2 N1 M0 / T3 N0 M0
Stadium III A : T0 N2 M0 / T1 N2 M0 / T2 N2 M0 / T3 N1 M0 / T2 N2 M0
Stadium III B : T4 N0 M0 / T4 N1 M0 / T4 N2 M0
Stadium III C : Tiap T N3 M0
Stadium IV : Tiap T-Tiap N -M1

1.3. Gejala Klinis Gejala klinis kanker payudara dapat berupa • benjolan pada payudara Umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. Benjolan itu mula-mula kecil, makin lama makin besar, lalu melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu. • erosi atau eksema puting susu Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk (peau d'orange), mengkerut, atau timbul borok (ulkus) pada payudara. Borok itu makin lama makin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara, sering berbau busuk, dan mudah berdarah. • pendarahan pada puting susu. • Rasa sakit atau nyeri pada umumnya baru timbul kalau tumor sudah besar, sudah timbul borok, atau kalau sudah ada metastase ke tulang-tulang. • Kemudian timbul pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, bengkak (edema) pada lengan, dan penyebaran kanker ke seluruh tubuh (Handoyo, 1990). Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahui kriteria operbilitas Heagensen sebagai berikut: • terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara); • adanya nodul satelit pada kulit payudara; • kanker payudara jenis mastitis karsinimatosa; • terdapat model parasternal; • terdapat nodul supraklavikula; • adanya edema lengan; • adanya metastase jauh; • serta terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced, yaitu ulserasi kulit, edema kulit, kulit terfiksasi pada dinding toraks, kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2,5 cm, dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain

1.4. Faktor Resiko Menurut Moningkey dan KodimPenyebab spesifik kanker payudara masih belum diketahui, tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara diantaranya: 1.4.1. Faktor reproduksi Karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas, menarche pada umur muda, menopause pada umur lebih tua, dan kehamilan pertama pada umur tua. Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur. Diperkirakan, periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window of initiation perkembangan kanker payudara. Secara anatomi dan fungsional, payudara akan mengalami atrofi dengan bertambahnya umur. Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada masa sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum terjadinya perubahan klinis. 1.4.2. Penggunaan hormon Hormon eksogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang bermakna pada para pengguna terapi estrogen replacement. Suatu metaanalisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral, wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker ini sebelum menopause. 1.4.3. Penyakit fibrokistik Pada wanita dengan adenosis, fibroadenoma, dan fibrosis, tidak ada peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. Pada hiperplasis dan papiloma, risiko sedikit meningkat 1,5 sampai 2 kali. Sedangkan pada hiperplasia atipik, risiko meningkat hingga 5 kali. 1.4.4. Obesitas Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause. Variasi terhadap kekerapan kanker ini di negara-negara Barat dan bukan Barat serta perubahan kekerapan sesudah migrasi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh diet terhadap terjadinya keganasan ini. 1.4.5. Konsumsi lemak Konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Willet dkk., melakukan studi prospektif selama 8 tahun tentang konsumsi lemak dan serat dalam hubungannya dengan risiko kanker payudara pada wanita umur 34 sampai 59 tahun. 1.4.6. Radiasi Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur. 1.4.7. Riwayat keluarga dan faktor genetik Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Terdapat peningkatan risiko keganasan ini pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara. Pada studi genetik ditemukan bahwa kanker payudara berhubungan dengan gen tertentu. Apabila terdapat BRCA 1, yaitu suatu gen suseptibilitas kanker payudara, probabilitas untuk terjadi kanker payudara sebesar 60% pada umur 50 tahun dan sebesar 85% pada umur 70 tahun.

1.5. Pengobatan Kanker Ada beberapa pengobatan kanker payudara yang penerapannya banyak tergantung pada stadium klinik penyakit (Tjindarbumi, 1994), yaitu: 1.5.1. Mastektomi Mastektomi adalah operasi pengangkatan payudara. Ada 3 jenis mastektomi (Hirshaut & Pressman, 1992): 1.5.1.1. Modified Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta benjolan di sekitar ketiak. 1.5.1.2. Total (Simple) Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja, tetapi bukan kelenjar di ketiak. 1.5.1.3. Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara. Biasanya disebut lumpectomy, yaitu pengangkatan hanya pada jaringan yang mengandung sel kanker, bukan seluruh payudara. Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi. Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara. 1.5.2. Penyinaran/radiasi Yang dimaksud radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi (Denton, 1996). Efek pengobatan ini tubuh menjadi lemah, nafsu makan berkurang, warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam, serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi. 1.5.3. Kemoterapi Kemoterapi adalah proses pemberian obat-obatan anti kanker dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker. Tidak hanya sel kanker pada payudara, tapi juga di seluruh tubuh (Denton, 1996). Efek dari kemoterapi adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi.

1.6. Strategi Pencegahan Pada prinsipnya, strategi pencegahan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu pencegahan pada lingkungan, pada pejamu, dan milestone. Hampir setiap epidemiolog sepakat bahwa pencegahan yang paling efektif bagi kejadian penyakit tidak menular adalah promosi kesehatan dan deteksi dini. Begitu pula pada kanker payudara, pencegahan yang dilakukan antara lain berupa: 1.6.1. Pencegahan primer Pencegahan primer pada kanker payudara merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan karena dilakukan pada orang yang "sehat" melalui upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat. 1.6.2. Pencegahan sekunder Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. Setiap wanita yang normal dan memiliki siklus haid normal merupakan populasi at risk dari kanker payudara. Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan deteksi dini. Beberapa metode deteksi dini terus mengalami perkembangan. Skrining melalui mammografi diklaim memiliki akurasi 90% dari semua penderita kanker payudara, tetapi keterpaparan terus-menerus pada mammografi pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Karena itu, skrining dengan mammografi tetap dapat dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan antara lain: • Wanita yang sudah mencapai usia 40 tahun dianjurkan melakukan cancer risk assessement survey. • Pada wanita dengan faktor risiko mendapat rujukan untuk dilakukan mammografi setiap tahun. • Wanita normal mendapat rujukan mammografi setiap 2 tahun sampai mencapai usia 50 tahun. Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dibandingkan yang tidak. Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi kanker payudara hanya 26%, bila dikombinasikan dengan mammografi maka sensitivitas mendeteksi secara dini menjadi 75%. 1.6.3. Pencegahan Tertier Pencegahan tertier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. Penanganan yang tepat penderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecatatan dan memperpanjang harapan hidup penderita. Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Tindakan pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita. Bila kanker telah jauh bermetastasis, dilakukan tindakan kemoterapi dengan sitostatika. Pada stadium tertentu, pengobatan diberikan hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan alternatif.(Wikipedia-indonesia)


Read More......

Asma, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan


Asma adalah suatu keadaan di mana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan; penyempitan ini bersifat sementara.

Penyebab
Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.

Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas.

Sel-sel tertentu di dalam saluran udara (terutama sel mast) diduga bertanggungjawab terhadap awal mula terjadinya penyempitan ini. Sel mast di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya: - kontraksi otot polos - peningkatan pembentukan lendir - perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki. Sel mast mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen), seperti serbuk sari, debu halus yang terdapat di dalam rumah atau bulu binatang.

Tetapi asma juga bisa terjadi pada beberapa orang tanpa alergi tertentu. Reaksi yang sama terjadi jika orang tersebut melakukan olah raga atau berada dalam cuaca dingin. Stres dan kecemasan juga bisa memicu dilepaskannya histamin dan leukotrien.

Sel lainnya (eosnofil) yang ditemukan di dalam saluran udara penderita asma melepaskan bahan lainnya (juga leukotrien), yang juga menyebabkan penyempitan saluran udara.


Gejala
Frekuensi dan beratnya serangan asma bervariasi. Beberapa penderita lebih sering terbebas dari gejala dan hanya mengalami serangan serangan sesak nafas yang singkat dan ringan, yang terjadi sewaktu-waktu. Penderita lainnya hampir selalu mengalami batuk dan mengi (bengek) serta mengalami serangan hebat setelah menderita suatu infeksi virus, olah raga atau setelah terpapar oleh alergen maupun iritan. Menangis atau tertawa keras juga bisa menyebabkan timbulnya gejala.

Suatu serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba ditandai dengan nafas yang berbunyi (wheezing, mengi, bengek), batuk dan sesak nafas. Bunyi mengi terutama terdengar ketika penderita menghembuskan nafasnya. Di lain waktu, suatu serangan asma terjadi secara perlahan dengan gejala yang secara bertahap semakin memburuk. Pada kedua keadaan tersebut, yang pertama kali dirasakan oleh seorang penderita asma adalah sesak nafas, batuk atau rasa sesak di dada. Serangan bisa berlangsung dalam beberapa menit atau bisa berlangsung sampai beberapa jam, bahkan selama beberapa hari.

Gejala awal pada anak-anak bisa berupa rasa gatal di dada atau di leher. Batuk kering di malam hari atau ketika melakukan olah raga juga bisa merupakan satu-satunya gejala.

Selama serangan asma, sesak nafas bisa menjadi semakin berat, sehingga timbul rasa cemas. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.

Pada serangan yang sangat berat, penderita menjadi sulit untuk berbicara karena sesaknya sangat hebat. Kebingungan, letargi (keadaan kesadaran yang menurun, dimana penderita seperti tidur lelap, tetapi dapat dibangunkan sebentar kemudian segera tertidur kembali) dan sianosis (kulit tampak kebiruan) merupakan pertanda bahwa persediaan oksigen penderita sangat terbatas dan perlu segera dilakukan pengobatan. Meskipun telah mengalami serangan yang berat, biasanya penderita akan sembuh sempurna,

Kadang beberapa alveoli (kantong udara di paru-paru) bisa pecah dan menyebabkan udara terkumpul di dalam rongga pleura atau menyebabkan udara terkumpul di sekitar organ dada. Hal ini akan memperburuk sesak yang dirasakan oleh penderita.


Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya yang khas.

Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pemeriksaan spirometri berulang. Spirometri juga digunakan untuk menilai beratnya penyumbatan saluran udara dan untuk memantau pengobatan.

Menentukan faktor pemicu asma seringkali tidak mudah. Tes kulit alergi bisa membantu menentukan alergen yang memicu timbulnya gejala asma. Jika diagnosisnya masih meragukan atau jika dirasa sangat penting untuk mengetahui faktor pemicu terjadinya asma, maka bisa dilakukan bronchial challenge test.


Pengobatan
Obat-obatan bisa membuat penderita asma menjalani kehidupan normal. Pengobatan segera untuk mengendalikan serangan asma berbeda dengan pengobatan rutin untuk mencegah serangan.

Agonis reseptor beta-adrenergik merupakan obat terbaik untuk mengurangi serangan asma yang terjadi secara tiba-tiba dan untuk mencegah serangan yang mungkin dipicu oleh olahraga. Bronkodilator ini merangsang pelebaran saluran udara oleh reseptor beta-adrenergik.

Bronkodilator yang yang bekerja pada semua reseptor beta-adrenergik (misalnya adrenalin), menyebabkan efek samping berupa denyut jantung yang cepat, gelisah, sakit kepala dan tremor (gemetar) otot. Bronkodilator yang hanya bekerja pada reseptor beta2-adrenergik (yang terutama ditemukan di dalam sel-sel di paru-paru), hanya memiliki sedikit efek samping terhadap organ lainnya. Bronkodilator ini (misalnya albuterol), menyebabkan lebih sedikit efek samping dibandingkan dengan bronkodilator yang bekerja pada semua reseptor beta-adrenergik.

Sebagian besar bronkodilator bekerja dalam beberapa menit, tetapi efeknya hanya berlangsung selama 4-6 jam. Bronkodilator yang lebih baru memiliki efek yang lebih panjang, tetapi karena mula kerjanya lebih lambat, maka obat ini lebih banyak digunakan untuk mencegah serangan.

Bronkodilator tersedia dalam bentuk tablet, suntikan atau inhaler (obat yang dihirup) dan sangat efektif. Penghirupan bronkodilator akan mengendapkan obat langsung di dalam saluran udara, sehingga mula kerjanya cepat, tetapi tidak dapat menjangkau saluran udara yang mengalami penyumbatan berat. Bronkodilator per-oral (ditelan) dan suntikan dapat menjangkau daerah tersebut, tetapi memiliki efek samping dan mula kerjanya cenderung lebih lambat.

Jenis bronkodilator lainnya adalah theophylline. Theophylline biasanya diberikan per-oral (ditelan); tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari tablet dan sirup short-acting sampai kapsul dan tablet long-acting. Pada serangan asma yang berat, bisa diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah).

Jumlah theophylline di dalam darah bisa diukur di laboratorium dan harus dipantau secara ketat, karena jumlah yang terlalu sedikit tidak akan memberikan efek, sedangkan jumlah yang terlalu banyak bisa menyebabkan irama jantung abnormal atau kejang. Pada saat pertama kali mengkonsumsi theophylline, penderita bisa merasakan sedikit mual atau gelisah. Kedua efek samping tersebut, biasanya hilang saat tubuh dapat menyesuaikan diri dengan obat. Pada dosis yang lebih besar, penderita bisa merasakan denyut jantung yang cepat atau palpitasi (jantung berdebar). Juga bisa terjadi insomnia (sulit tidur), agitasi (kecemasan, ketakuatan), muntah, dan kejang.

Corticosteroid menghalangi respon peradangan dan sangat efektif dalam mengurangi gejala asma. Jika digunakan dalam jangka panjang, secara bertahap corticosteroid akan menyebabkan berkurangnya kecenderungan terjadinya serangan asma dengan mengurangi kepekaan saluran udara terhadap sejumlah rangsangan.

Tetapi penggunaan tablet atau suntikan corticosteroid jangka panjang bisa menyebabkan:

gangguan proses penyembuhan luka
terhambatnya pertumbuhan anak-anak
hilangnya kalsium dari tulang
perdarahan lambung
katarak prematur
peningkatan kadar gula darah
penambahan berat badan
kelaparan
kelainan mental.
Tablet atau suntikan corticosteroid bisa digunakan selama 1-2 minggu untuk mengurangi serangan asma yang berat. Untuk penggunaan jangka panjang biasanya diberikan inhaler corticosteroid karena dengan inhaler, obat yang sampai di paru-paru 50 kali lebih banyak dibandingkan obat yang sampai ke bagian tubuh lainnya. Corticosteroid per-oral (ditelan) diberikan untuk jangka panjang hanya jika pengobatan lainnya tidak dapat mengendalikan gejala asma.

Cromolin dan nedocromil diduga menghalangi pelepasan bahan peradangan dari sel mast dan menyebabkan berkurangnya kemungkinan pengkerutan saluran udara. Obat ini digunakan untuk mencegah terjadinya serangan, bukan untuk mengobati serangan. Obat ini terutama efektif untuk anak-anak dan untuk asma karena olah raga. Obat ini sangat aman, tetapi relatif mahal dan harus diminum secara teratur meskipun penderita bebas gejala.

Obat antikolinergik (contohnya atropin dan ipratropium bromida) bekerja dengan menghalangi kontraksi otot polos dan pembentukan lendir yang berlebihan di dalam bronkus oleh asetilkolin. Lebih jauh lagi, obat ini akan menyebabkan pelebaran saluran udara pada penderita yang sebelumnya telah mengkonsumsi agonis reseptor beta2-adrenergik.

Pengubah leukotrien (contohnya montelucas, zafirlucas dan zileuton) merupakan obat terbaru untuk membantu mengendalikan asma. Obat ini mencegah aksi atau pembentukan leukotrien (bahan kimia yang dibuat oleh tubuh yang menyebabkan terjadinya gejala-gejala asma).(Wikepedia-Indonesia)


Read More......

Sabtu, 09 Februari 2008

Collagen Loss is a Key Factor in Aging

As skin ages, the dermis thins due to collagen loss, thus reducing its ability to retain elasticity (from elastin) and moisture (from hyaluronic acid). In addition, facial fat moves and resettles, changing the facial structure. While these changes are occurring in the dermis and subcutaneous layers of your skin as it ages, the epidermis changes color and texture. Over time, bone is reabsorbed, becoming thinner and more brittle. This causes your face to appear thinner and results in a weaker-looking jaw. Osteoporosis can compound these effects, as the bones thin faster.
Due to a combination of factors, skin texture and color also change. The skin becomes rougher and drier, and blemishes and discolorations appear. They appear first as light blemishes and changes in pigmentation. Later, raised spots of pigmentation may appear along with continued discoloration. Skin also increases in redness. Veins become lightly visible, becoming more visible with advanced aging. Collagen loss leads to loss of elasticity and moisture
The loss of collagen results in the loss of elastin and hyaluronic acid, as they need collagen to provide the structure for their retention. This reduces the moisture, suppleness, and elasticity of the skin, and causes thinning in the face, called volume loss.
The face also thins due to fat loss, as well as the movement of fat to other areas of the face. Skin appears looser and sags. The diminished elasticity of the skin reduces its ability to retain its shape and it does not conform as closely to the contours of the face. Gravity then pulls on both the skin and the underlying fat, and they move down your face. This results in sagging eyelids, bags under the eyes, and jowls.
There are two types of factors in facial aging, internal (or chronological) and external (or environmental):
Internal factors are those that happen to you over time, primarily caused by genetics and natural aging processes.
External factors are things in the world around you that have an impact on aging.
These two factors result in non-visible and visible effects on your face. Visible effects are those you can see with the naked eye. The speed at which these changes occur varies depending on the scope and extent of environmental factors and genetics.

Visible effects of aging are those that you see when you look in the mirror:
Wrinkles, lines and folds
Loss of elasticity and sagging skin
Skin texture and color changes
The visible effects follow a progression as you age, dependent upon genetics and external factors

Advancements in science and development of new treatments provide a greater breadth of options to counter the visible signs of aging. Non-invasive treatments are now available that can be administered in a visit to the doctor and result in no down time afterwards. The effectiveness of each treatment will vary and it is important to discuss your expectations with your doctor. To keep informed of new treatments.
Facial rejuvenation treatments can be classified in three categories:


Resurfacing, which changes the surface of the skin;
Injectables, which can fill lines, smooth wrinkles, and replace collagen, as well as "relax" overactive muscles; and
Surgery, which can lift sagging skin, remove excess fat, and fill hollows. (source:agingwithbeauty.com)

Read More......